jump to navigation

Meluruskan Kesalah Pahaman & Penyalah Pahaman Kalangan Tradisionalis Kepada Kami 22 Juli 2016

Posted by Ms Dhukha in Artikel.
2 comments

12802983_825563060900391_7573582422514840705_n

1) Soal Tuduhan “Anti Shalawat”…

Alangkah bodoh dan meruginya orang yang mengaku muslim namun tidak mau bershalawat kepada Nabi… Tapi apakah ada muslim yang demikian? Dari yang kami ketahui, tidak ada satupun muslim di dunia ini yang anti shalawat, karena perintah untuk bershalawat sudah sangat jelas dalam Al-Quran, bahkan dalam banyak hadits disebutkan keutamaan2nya, disamping terdapat celaan bagi yang enggan bershalawat…

Maka seluruh kaum muslimin (termasuk yang sering dituduh “anti shalawat”) juga sangat menganjurkan untuk memperbanyak bershalawat…

Hanya saja, kami mencukupkan pada shalawat2 yang diajarkan oleh Rasulullah… Yang kami tolak adalah shalawat2 yang dibuat oleh manusia yang isinya ghuluw, seperti mengkultuskan Nabi, juga shalawat2 yang ditetapkan sendiri fadhilahnya, ditetapkan cara membacanya, ditetapkan berapa kali membacanya, ditetapkan kapan waktu membacanya, dll yang semua itu tidak ditetapkan oleh dalil Al-Quran & Hadits…

===========

2) Soal Tuduhan “Anti Ziarah Kubur”…

Semua muslim pasti tau, hukum ziarah kubur adalah sunnah… Tak terkecuali kalangan yang seringkali dituduh “anti ziarah kubur”…

Maka bagaimana kami menolak ziarah kubur?

Yang kami tolak bukanlah ziarah kuburnya, melainkan pengkeramatan kuburan2 manusia yang dianggap Wali Allah, mencari berkah kepadanya dan meminta wasilah kepada orang2 shaleh yang telah wafat…

Bahkan di banyak makam keramat tata cara memasuki makam hingga keluarnya, bahkan wiridan yg dibaca (di makam) pun diatur sedemikan rupa (biasanya oleh juru kunci makam), padahal Islam tidak mengajarkan hal yang demikian…

Bagi kami, ziarah kubur hanyalah untuk mengingat kematian dan mendoakan ahli kubur, bukan malah meminta doa dan restu dari yang didalam kubur atau mencari berkah di kuburan…
12002948_10152958339351213_727258439204791729_n

==========

3) Soal Tuduhan “Anti Maulid, Ga Cinta Nabi”…

Perlu diketahui, kami tidak pernah melarang maulid Nabi… Hanya saja, bagi kami peringatan maulid Nabi bukanlah ritual khusus, yang mesti diperingati dengan ritual khusus, memiliki fadhilah khusus, seperti adanya keyakinan dengan membaca syair2 tertentu ruh Nabi akan hadir dan kita mesti berdiri menyambutnya… …

Bagi kami memperingati maulid Nabi hanyalah momentum untuk syiar Islam, dia bukan ibadah… bisa dilakukan dengan mengadakan pengajian umum, perlombaan, bakti sosial, dll…
=================

 

4) Soal Tuduhan “Nggak Pake Sunnah”…

Pertanyaannya adalah, apakah yang kami tinggalkan itu benar2 sunnah, atau justru perkara2 yang tidak disyariatkan?

Kami melaksanakan shalat taraweh, qiyamul lail, shalat rawatib, shalat Id, puasa senin-kamis, dll, bukankah itu semua sunnah?

Jika yang dimaksud dengan sunnah adalah ritual2 seperti tahlilan, ruwahan, nujuh bulanan, maulidan, yasinan, padusan, dll maka itu bukanlah sunnah, karena hal2 tersebut tidak disyariatkan… Kalangan yang mengamalkan amalan2 diataspun (khususnya ahli ilmu diantara mereka) mengakui itu bukan sunnah.

Adapun jika tuduhan “nggak pake sunnah” karena kami tidak mengeraskan dzikir & meniadakan dzikir berjamaah setelah shalat fardhu’, maka ketahuilah, sesungguhnya berdzikir sendiri2 dengan merendahkan suara lebih utama dan ini pendapat yang dipegang oleh Imam Syafi’I & Imam Nawawi… Lalu apakah mau dikatakan Imam Syafi’I & Imam Nawawi yang merupakan panutan dalam Syafi’iyah dikatakan “nggak pake sunnah”?

Begitupun soal kirim pahala bacaan Al-Quran kepada mayid, ini adalah perkara ikhtilaf… Imam Syafi’i & Imam Nawawi pun berpendapat pahala bacaan Al-Quran itu tidak sampai kepada mayid… Justru yang berpendapat sampainya pahala bacaan Al-Quran kepada mayid adalah Ibnu Taimiyah & Ibnu Qoyyim, dua sosok yang selama ini dibenci kalangan tradisionalis…

Ataukah kami dikatakan “nggak pake sunnah” karena kami tidak qunut subuh?

Ini adalah perkara ikhtilaf sejak dulu… Kalangan Syafi’iyah memang berpendapat qunut subuh itu sunnah muakkad, sedang kalangan Malikiyah berpendapat bahwa itu sunnah… Adapun kalangan Hambali & Hanafi berpendapat qunut subuh tidak disyariatkan… Masing2 punya dalil, maka ketika kami menguatkan dalil yang mengatakan bahwa qunut subuh tidak disyariatkan, bukan berarti kami meninggalkan sunnah, tetapi karena bagi kami qunut subuh itu bukanlah sunnah…

Ringkasnya, kami bukannya meninggalkan sunnah, tetapi meninggalkan apa yang “dianggap sunnah” oleh kebanyakan orang, yang bagi kami itu semua bukanlah sunnah…
======================

5) Soal Tuduhan “Nguburin orang kok kayak ngubur bangke kucing”…

Jika yang dimaksud kami seperti mengubur bangkai kucing ketika memakamkan jenazah tanpa mengadzankan mayid, maka ketahuilah, bahwa Rasulullah, para sahabat, thabiin, serta para imam mazhab tidak satupun terdapat riwayat yang menunjukkan mereka mengadzankan mayid atau jenazah mereka diazankan ketika dimakamkan… Yang demikian baru dipraktekkan jauh setelah masa salafus shalih dengan landasan qiyas, maka ini bukanlah sunnah.

Maka beranikah kita mengatakan bahwa manusia2 mulia seperti Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, para Imam Mazhab serta para salafus shalih dikuburkan layaknya bangkai kucing, karena tidak satupun diantara mereka yang diadzankan ketika dikubur, bahkan tidak dibuatkan selametan (tahlilan)?
======================

Kami tidak mengamalkan perkara2 diatas, bukan berarti kami tidak menghormati kalangan yang mengamalkannya… Dan kami tidak menolak secara mutlak, karena perkara2 diatas adalah perkara furu’, bukan perkara pokok dalam agama…

Ini bukan karena kami ingin dibenarkan atau ingin pendapat kami diikuti… Tidak demikian… Kami sangat menghormati perbedaan pendapat, bahkan kami tidak keberatan kalaupun pandangan kami dianggap keliru, selama itu dilandasi sikap objektif dan argumentasi ilmiah… Tetapi kami hanya ingin kalangan yang tidak sependapat dengan kami, kalaupun tetap tidak sependapat (lagi-lagi) hendaknya ketidaksepahaman itu dilandasi dengan ilmu, argumentasi yang ilmiah dan sikap yang objektif, sehingga melahirkan tasamuh… Bukan dengan landasan kesalah pahaman dan prasangka buruk, apalagi dilandasi kebencian dan fitnah, sehingga melahirkan perpecahan…

Demikian, semoga dengan niat ikhlas mencari kebenaran & meluruskan kesalah pahaman bisa memperkuat ukhuwah Islamiyah diantara jamaah2 kaum muslimin, khususnya sesama Ahlus Sunnah wal Jama’ah…

1916709_10207589189622043_1861381687882854714_n

Iklan

Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1437 Hijriyah, Taqobbalallahu Minna Wa Minkum 2 Juli 2016

Posted by Ms Dhukha in Artikel.
2 comments

Idul Fitri

Melalui tulisan ini, dengan segala kerendahan hati M.S. Dhukha beserta keluarga memohon Maaf jika selama ini ada tulisan, kata-kata maupun komentar yang kurang berkenan di hati rekan-rekan atau pembaca sekalian.

Buat yang mudik, utamakan keselamatan. Persiapkan kendaraan sebaik mungkin, dan pastikan semua perangkat yang ada pada kendaraan anda berfungsi dengan baik. Jangan lupa SIM dan STNK masbro, yang belum diperpanjang buruan diperpanjang. Dan yang paling penting, uang THR jangan sampai ketinggalan…. 😀

11705085_10200595233118691_617109524678290058_n

Untuk yang menggunakan kendaraan umum, selalu waspada sama barang bawaan. Banyak copet dimana-mana. Bila perlu, bawa dua dompet. Dompet pertama yang berisi uang, ktp, atm, kartu hutang dll ditaruh ditempat yang aman. Dan dompet kedua, biarkan kosong dan taruh di saku belakang (tempat favorit copet) dan jangan lupa di dalam dompet dikasih tulisan “ANDA BELUM BERUNTUNG, COBA SEKALI LAGI!!!” 😀

Atau nggak ada salahnya menyimak tips mudik ala cak lontong disini :

Atau simak video berikut ini:

Selamat mudik, hati-hati dijalan, keluarga menunggu dirumah…. Semoga selamat sampai tujuan….

Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1436 Hijriyah, Taqobbalallahu Minna Wa Minkum… Mohon maaf lahir dan batin….

Baca juga:

Ironi di Negri Kita 2 Juni 2016

Posted by Ms Dhukha in Artikel.
3 comments

Indonesia adalah negara muslim terbesar dan terluas serta terbanyak penduduk muslimnya di dunia, namun ironi aneka kebathilan dan kekafiran mendominasi, antara lain :
1. Takbir keliling di malam Hari Raya untuk agungkan Allah SWT habis-habisan dikecam dan dilarang dengan dalih macetkan lalu lintas. Namun arak-arakan Presiden dan Wakilnya hingga jalan protokol ditutup total, tidak mengapa, bahkan dipuji dan diapresiasi.
2. Qurban di Jakarta dilarang karena dianggap mengotori Jakarta, tapi serakan kondom bekas zina di malam Tahun Baru Masehi dan puluhan Ton tumpukan sampah Pesta Rakyat arak Presiden di jalan utama Ibu Kota tidak mengapa dan tidak dianggap mengotori Jakarta.
3. FPI menolak pemimpin nonMuslim, lalu FPI disebut diskriminasi dan melanggar HAM serta inkonstitusional. Tapi Ahok menggusur masjid, melarang Qurban dan menolak busana muslim di sekolah, tidak disebut diskriminasi dan pelanggaran HAM, bahkan dinilai konstitusional.
4. Seorang muslim tidak boleh jadi Gubernur di Bali yang mayoritas Hindu, dan tidak boleh juga jadi Gubernur di NTT yang mayoritas Nashrani. Tapi orang nonMuslim boleh jadi Gubernur di Kalbar dan Kalteng yang warga kedua daerah tersebut mayoritas muslim yaitu lebih dari 70%. Dan kini Ahok pun ingin jadi Gubernur Jakarta yang mayoritas warganya muslim.
5. Jika anggota FPI atau anggota ormas Islam lainnya lakukan kesalahan, maka itu adalah kesalahan institusi organisasinya sehingga harus dibubarkan. Tapi jika anggota ormas non Islam/Parpol/Dewan/TNI/Polri/Pejabat Pemerintah lakukan kesalahan, maka itu hanya ulah oknum sehingga institusi organisasinya tidak boleh disentuh, apalagi dibubarkan.
6. Umat Islam menuntut penutupan tempat maksiat setidaknya di bulan Ramadhan dan hari besar Islam, tapi ditolak dengan dalih Indonesia bukan Negara Islam. Tapi di Bali tiap hari raya Nyepi semua tempat hiburan dilarang buka, dan PLN harus padam, serta Bandara Internasional harus tutup. Bahkan ketika Nyepi berbarengan dengan Idul Fitri maka umat Islam di Bali tidak boleh berhari raya.
7. Masih soal Bali. Hingga kini bangun Masjid di Bali tidak boleh. Jika pun boleh, maka proses perizinannya bisa mencapai 40 tahun lebih. Bahkan Jilbab pun mulai dilarang di sekolah-sekolah negeri di Bali. Tapi Pura Hindu Bali berserakan di daerah-daerah muslim, bahkan di tiap halaman rumah Hindu Bali ada pura. Dan mereka pun bebas memakai pakaian adat dan ritual mereka.
8. Saat umat Islam menolak pembangunan rumah ibadat umat lain di wilayah muslim langsung dituduh intoleransi. Namun saat pembangunan Masjid dilarang di Bali dan NTT serta wilayah non muslim lainnya, maka dimaklumi dengan dalih untuk menjaga kearifan lokal (Local Wisdom).
9. Seluruh Negeri Islam atau yang berpenduduk mayoritas muslim menggunakan hilal merah untuk lambang kesehatannya, kecuali Indonesia yang masih menggunakan salib merah.
10. Di Indonesia libur hari Ahad telah memberi Umat Nashrani keleluasaan untuk hidupkan kebaktian gereja dengan pakaian rapi dan wewangian serta tanpa macet di jalan. Sedang Umat Islam dipaksa kerja hari Jum’at, sehingga tidak maksimal menghidupkan Jum’at dengan segala adab dan sunnahnya, karena mereka lelah, capek, pakaian lecak, berkeringat, bau badan, ngantuk, ditambah macet dan panasnya jalan.
11. Saat seorang muslim jadi pejabat dituntut habis-habisan untuk bagi-bagi jabatan kepada non muslim dengan dalih kemajemukan dan keadilan. Namun saat non muslim jadi pejabat, maka dengan leluasa dia bagi-bagi jabatan kepada non muslim seenaknya, tanpa peduli dengan asas proporsional.
12. Pengkhianatan PKI dan Pembangkangan PRRI serta Pemberontakan DI/TII dimuat dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia, tapi pemberontakan dan pengkhianatan PO AN TUI (nama Laskar Cina Indonesia bentukan Penjajah Belanda) terhadap negara RI serta kebiadabannya terhadap Pribumi disembunyikan.
13. Tabligh Akbar dan kegiatan da’wah selalu diawasi aparat, bahkan di daerah banyak yang ditakut-takuti dan dipersulit “izin”-nya, sedang pertunjukkan musik syetan dan dangdut koplo yang tampilkan Pornografi dan Pornoaksi dipermudah dan dijamin keamanannya.
14. Topeng Monyet dan Ondel-Ondel adalah Hiburan anak-anak Betawi, tapi dilarang Ahok, sedang Barongsai Cina bagian dari Ritual Dewa Cina dibesar-besarkan.
15. Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) yang kini disebut Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) mulai dinodai. Saat parade pembukaan STQ di Ambon ada koteka ikut parade, dan di STQ di Jambi dibuka dengan barongsai.
16. Ketika ada kyai atau da’i seperti AA Gym yang menikah resmi dan berpoligami secara halal, semua media liberal mem-bully-nya habis-habisan. Namun ketika ada artis yang berzina dan memakai narkoba hingga divonis penjara, berbagai media liberal membelanya habis-habisan. Bahkan saat si artis keluar penjara disambut media dengan gegap gempita bak pahlawan hingga dijadikan pembawa acara unggulan di TV mereka.
Innaa Lillaahi Wa Innaa ilaihi Rooji’uun.

Warkop Ini Menjual Kopi Mengandung Sianida 10 Mei 2016

Posted by Ms Dhukha in Artikel.
7 comments

IMG20160509163458

Lihat juga:

Kopi mengandung sianida, beberapa bulan yang lalu ramai diberitakan karena tewasnya seorang cewek setelah meminumnya. Buat yang belum tau apa itu sianida, cari di wikipedia atau klik disini.

Ingin mencoba merasakan seduhan kopi “mengandung” sianida? Silahkan datang ke warkop ini. Sebuah warkop yang terletak tepatnya di depan pasar hewan Surojenggolo, Balongpanggang – Gresik. Disini terpampang tulisan besar “Kedai Kopi Sianida”

Tapi jangan takut dulu, karena  sianida yang dimaksud disini bukan bahan kimia berbahaya yang mematikan bila diminum. Tapi sianida disini hanya sebuah singkatan dari (setiap adukan, nikmat tiada duanya). Cara yang bisa dibilang kreatif untuk menarik pembeli, hehehe…. Silahkan dicoba… 😀

5 Fakta Gerhana Matahari Total 2016 8 Maret 2016

Posted by Ms Dhukha in Artikel.
add a comment

Gerhana matahari total

Gbr: Tarbiyah.net

Berikut ini 5 fakta menarik gerhana matahari total (GMT) 2016.

1. Hanya Terjadi di Indonesia

Gerhana matahari yang akan terjadi pada 9 Maret 2016 merupakan gerhana yang istimewa bagi warga Indonesia. Karena hanya Indonesia yang akan dilalui gerhana tersebut.

“Wilayah lainnya adalah di Samudra Pasifik,” kata kepala Lapan Thomas Djamaluddin seperti dikutip Liputan6.

Penduduk di 11 provinsi berpeluang melihat matahari yang gelap gulita. Apalagi kejadiannya pada pagi hari, ketika potensi mendung berkurang.

Warga di wilayah Indonesia barat bisa menyaksikan gerhana itu pada pukul 07.30 WIB, sementara di wilayah tengah Nusantara pada pukul 08.35 Wita, dan wilayah timur pada pukul 09.50 WIT.

Suasana pagi akan mirip dengan malam, lebih tepatnya senja, jika cuaca mendukung alias tidak tertutup mendung.

2. Pertama Kali di Abad ke-21

Gerhana matahari total pernah terjadi pada tahun 1983, 1988, dan 1995. Gerhana matahari total yang akan terjadi Rabu besuk merupakan yang pertama pada abad ke-21.

Sedangkan gerhana matahari total berikutnya baru akan melintas di wilayah Nusantara pada 20 April 2023.

3. 300 Tahun Sekali di Daerah yang Sama

Gerhana matahari total merupakan peristiwa langka yang tidak diketahui secara pasti periode fenomena tersebut akan terulang di satu daerah tertentu.

Berdasarkan hitungan asar, menurut Djamaluddin, rata-rata gerhana matahari total hanya akan terjadi 300 tahun sekali di satu daerah yang sama.

Namun, ada juga daerah yang “beruntung” seperti Sumatera Selatan dan Bangka yang dilintasi gerhana matahari total pada 9 Maret 2016, padahal sebelumnya pada 1988 juga dilintasi gerhana matahari total.

4. Menguji Teori Einstein

Gerhana matahari total yang akan terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016 juga menjadi perhatian ilmuwan dunia. Para ilmuwan Lapan akan berkolaborasi dengan para ahli asing, termasuk dari NASA, untuk melakukan sejumlah riset.

Di antaranya untuk membuktikan teori relativitas Einstein yang menyatakan suatu benda bisa membelokkan cahaya.

Selain itu, perubahan perilaku hewan juga diperkirakan akan terjadi, terutama pada binatang malam. Mereka menganggap gerhana matahari total sebagai malam.

5. Bukan Fenomena Berbahaya

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin menegaskan bahwa gerhana matahari total bukanlah peristiwa berbahaya. Pada saat gerhana total, mata bisa melihat langsung tanpa kaca mata dan filter.

“Asal berhati-hati. Yang paling riskan adalah peralihan fase total ke fase sebagian, saat Bulan mulai bergeser, cahaya matahari yang walau baru muncul sedikit sudah sangat kuat. Padahal, pupil mata kita sedang membesar,” kata Djamaluddin yang menjelaskan bahwa hal itu bisa merusak retina.

Shalat Gerhana :

Shalat gerhana

Gbr: sang_pencerah

Shalat gerhana hukumnya adalah Sunnah. Berikut adalah ringkasan tatacara shalat gerhana secara berjamaah. Seperti shalat Subuh dua rakaat, tatacara shalat gerhana juga hampir sama. Yang membedakan hanyalah: shalat gerhana dilakukan dua rakaat, tapi ada empat kali rukuk yang dilakukan. Berikut rinciannya:

1) Membaca Takbiratul Ihram sebagaimana dalam shalat fardlu.

2) Membaca doa iftitah.

3) Selanjutnya imam membaca surat al-Fatihah dan surat al-Quran, sementara makmum cukup mendengarkan apa yang dibaca oleh imam.

4) Rukuk, dengan membaca doa rukuk sebagaimana dalam shalat fardlu.

5) bangkit dari rukuk dengan membaca “sami’a Allahu liman Hamidah, rabbanaa wa lakal hamdu”.

6) Imam kembali membaca surat al-Fatihah dan surat al-Quran lagi, sementara makmum cukup mendengarkan apa yang dibaca oleh imam.

7) Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, sambil membaca doa rukuk sebagaimana dalam shalat fardlu.

8) Bangkit dari rukuk (i’tidal), sambil membaca “sami’a Allahu liman Hamidah, rabbanaa wa lakal hamdu”.

9) Dilanjutkan dengan sujud, dengan mambaca doa sujud sebagaimana dalam shalat fardlu.

10) Dilanjutkan dengan duduk diantara dua sujud, sambil membaca doa sebagaimana dalam shalat fardlu.

11) Dilanjutkan dengan sujud, dengan mambaca doa sujud sebagaimana dalam shalat fardlu.

12) Bangkit berdiri menuju ke rakaat kedua. Pada rakaat ini mengerjakan sebagaimana rakaat pertama (nomor 3-11)

13) Dilanjutkan dengan duduk tasyahud akhir, dengan membaca doa sebagaimana dalam shalat fardlu.

14) Mengakhiri shalat dengan salam, sambil menoleh ke kanan kemudian kiri sebagaimana dalam shalat fardlu.

15) Selanjutnya imam/khatib berdiri berkhutbah untuk mengingatkan akan tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah swt lewat fenomena gerhana.

Berikut 5 amalan sunnah yang diperintahkan Rasulullah ketika terjadi gerhana:

1. Shalat gerhana

Para ulama sepakat, hukum shalat gerhana adalah sunnah muakad yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Shalat gerhana matahari disunnahkan untuk dilakukan secara berjamaah dengan dua rakaat. Masing-masing rakaat ruku’ dua kali.

2. Berdoa

Pada saat gerhana matahari, kita dianjurkan untuk banyak berdoa kepada Allah. Bahkan dalam satu riwayat disebutkan para sahabat berdzikir dan berdoa hingga gerhana selesai. Di antara keutaman doa ketika gerhana ini, doa-doa tersebut insya Allah mustajab. Dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla.

3. Berdzikir dan membaca takbir

Amal lain yang disunnahkan pada saat gerhana adalah berdzikir. Dzikir apa? Dzikir apa saja yang termasuk kalimat thayyibah, terutama takbir karena disebutkan secara khusus dalam hadits tersebut. Yang perlu dipahami, membaca takbir ketika terjadi gerhana tak perlu keras-keras. Cukup didengar oleh dirinya sendiri.

4. Beristighfar

Amal yang juga dianjurkan ketika terjadi gerhana adalah bersitighfar. Memohon ampun kepada Allah. sebagaimana doa yang dikabulkan, memohon ampunan pada momen ini insya Allah membuat dosa-dosa diampuni.

5. Bersedekah

Jika keempat amal lainnya adalah amal fisik yang menuntut tenaga fisik dan ucapan, amal kelima ini mengorbankan sebagian harta. Bersedekah. Sedekah dalam arti luas. Kepada siapa saja terutama yang membutuhkan.

Sumber: tarbiyah.net

Baca juga:

Baca juga :

%d blogger menyukai ini: