jump to navigation

Finlandia : Negara Dengan Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia dan GRATIS 14 November 2014

Posted by Ms Dhukha in Artikel.
trackback

International School - Finland

International School – Finland

Finlandia, sebuah negara yang terletak di Eropa Utara, berbatasan dengan Swedia, Norwegia dan Rusia. Sebuah negara yang memiliki kualitas pendidikan (sekolah) terbaik di dunia. Besarnya anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah Finlandia. Beasiswa diberikan pada warga sejak TK hingga kuliah S3 (program doktoral). Pendidikan di Finlandia juga didukung iklim politik yang bagus.

Pendidikan di sekolah berlangsung rileks dan masuk kelas siswa harus melepas sepatu, hanya berkaus kaki. Belajar aktif diterapkan guru yang semuanya tamatan S2 dan dipilih dari the best ten lulusan universitas. Orang merasa lebih terhormat jadi guru daripada jadi dokter atau insinyur. Frekuensi tes benar-benar dikurangi. Ujian nasional hanyalah Matriculation Examination untuk masuk PT. Sekolah swasta mendapatkan dana sama besar dengan dana untuk sekolah negeri.

Peringkat satu dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA, mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.

Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas! Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi negara dengan kualitas pendidikan nomor satu dunia?

Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam per minggu.

Lalu apa kuncinya?

1. Guru-guru dengan kualitas terbaik

Kunci pertama terletak pada kualitas guru! Guru-guru Finlandia boleh adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah terlalu besar. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Tingkat persaingan lebih ketat dibandingkan masuk ke fakultas bergengsi lain seperti fakultas hukum atau kedokteran! Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya hanya memiliki kualitas seadanya dan merupakan hasil didikan perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula.

Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan pelatihan guru yang berkualitas, tak salah jika mereka menjadi guru-guru dengan kualitas luarbiasa. Dengan kualifikasi dan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri.

2. Test/ujian diyakini hanya menghancurkan tujuan belajar siswa.

Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan test itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak test membuat guru cenderung mengajar siswa hanya untuk lolos ujian, ungkap seorang guru di Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

3. Siswa dididik untuk bertanggung jawab.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Kalau siswa bertanggungjawab, mereka guru bekeja lebih bebas karena tidak harus selalu mengontrol mereka. Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar apa-apa kalau kita hanya menuliskan apa yang dikatakan oleh guru.

Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah,” Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah menengah. “Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan,” sambungnya.

Siswa yang lambat akan mendapatkan dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan  yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.

International School - Finland

International School – Finland

Dan saya hanya bisa berhayal seandainya pendidikan di negara kita bisa seperti disana, berkualitas dan yang paling penting GRATIS….

Artikel dari : Serambimata

Komentar»

1. Suzuki Motogp Belum Berencana Menurunkan Tim Satelit | https://dhukha99.wordpress.com - 31 Juli 2015

[…] Di negara ini, kualitas pendidikannya jadi yang terbaik di dunia dan GRATIS…. […]

Suka

2. Stefan Bradl Resmi Gabung Aprillia | https://dhukha99.wordpress.com - 4 Agustus 2015

[…] Di negara ini, kualitas pendidikannya jadi yang terbaik di dunia dan GRATIS…. […]

Suka

3. Subhanallah… Beberapa Hal Menarik Tentang Islam | https://dhukha99.wordpress.com - 5 Agustus 2015

[…] Di negara ini, kualitas pendidikannya jadi yang terbaik di dunia dan GRATIS…. […]

Suka

4. Selamat Tinggal “Ninin” 150 :-( | https://dhukha99.wordpress.com - 7 Agustus 2015

[…] Di negara ini, kualitas pendidikannya jadi yang terbaik di dunia dan GRATIS…. […]

Suka


Silahkan Komentar, Mohon Maaf Kalo Tidak Sempat Dibalas

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: