jump to navigation

Akan Lebih Seru Jika Marquez dan Sic Bertarung 7 Juni 2014

Posted by Ms Dhukha in MotoGP.
trackback

Marquez-Pimpin-GP-ArgentinaSONY DSC

Marc marquez telah meraih kemenangan keenamnya musim ini, mendiang Marco Simoncelli masuk Hall of Fame MotoGP. Dua rider dengan gaya dan karakteristik yang mirip itu sayangnya tidak pernah berduel di satu lintasan.

Marco Simoncelli meninggal dunia tiga tahun lalu, saat tampil di MotoGP Malaysia. Kepergiannya yang mendadak sangat mengejutkan jagad otomotif dunia, apalagi ketika itu dia dianggap sebagai pebalap muda penuh potensi.

Dua tahun setelah kejadian tersebut, MotoGP kedatangan pembalap muda berbakat lainnya yakni Marc Marquez. Rider Honda asal Spanyol itu malah bisa langsung jadi juara dunia di musim debutnya. Sementara di tahun ini Marquez telah berhasil meraih enam kemenangan dan pole position beruntun dari enam balapan.

MotoGP Italia, Minggu (1/6/2014) lalu menjadi tempat yang spesial buat keduanya. Marquez kembali jadi juara setelah mengalahkan Jorge Lorenzo lewat pertarungan ekstra sengit, sementara mendiang Simoncelli dapat penghargaan tinggi setelah dia dimasukkan dalam Hall of Fame MotoGP.

Marquez mungkin jadi pembalap yang punya banyak kesamaan dengan Marco Simoncelli untuk gayanya, untuk sikap yang tak pernah menyerah, bertarung hingga lintasan terakhir. Dia mengingatkan saya pada Marco. Akan menyenangkan melihat mereka bertarung satu lawan satu,” sahut ayah Simoncelli, Paolo Simoncelli.

Simoncelli dan Marquez memang punya style yang sama terkait aksi di atas motor yang dianggap sangat berani. Keduanya sempat dapat kritik karena dianggap membahayakan diri sendiri dan pembalap lain. Disebut Paolo, sosok Marquez sudah jadi perhatian Simoncelli sejak beberapa tahun lalu. Meski masih berlaga di Moto2 dan 125 cc, aksi-aksi Marquez sudah menarik minat Simoncelli.

“Saya belum pernah membicarakan hal ini pada Marquez. Tapi itu sesuatu yang menyenangkan, dia selalu datang menemui saya di Yayasan (Marco Simoncelli).”

“Dan Marco pernah bilang pada saya di suatu waktu, ‘Ayah, anak ini akan menjadi sangat tangguh, saya menyukai anak ini’.  Marco sangat menyukai anak itu (Marquez),” lanjut Paolo di Marca.

Komentar»

1. Mase - 7 Juni 2014

Bener mas saya setuju, satu lagi Stoner..

Suka

Ms Dhukha - 7 Juni 2014

betul…

Suka

2. fncounter - 7 Juni 2014

Sic hanya angan…. karena sudah meninggal. Harapan keinginan duel kelas raja adalah stoner vs marq😀

Suka

Ms Dhukha - 8 Juni 2014

ya masbro, kpan itu akan terjadi?

Suka


Silahkan Komentar, Mohon Maaf Kalo Tidak Sempat Dibalas

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: